Cyber Crime

Kecanggihan Teknologi khususnya bidang informasi teknologi sesuatu yang sudah menjadi kebutuhan primer bagi manusia modern saat ini, bisnis dikelola online, orang menikah tidak sedikit dimulai dari perkenalan lewat media internet dan hampir seluruh sendi kehidupan sudah tersentuh internet.

Bisakah kita bayangkan jika suatu saat Kehidupan pribadi kitapun bakal tergantung dalam sebuah server mungkin sudah banyak yg merasakan langsung ketergantungan hidup di dunia maya ini dimana sangat berpotensi positif/ negatif terhadap kelangsungan hidup kita dimasa yang akan datang.

Saya tidak akan membahas masalah teknis tentang media internet yang super canggih ini namun lebih kepada efek yang akan dirasakan dalam kehidupan nyata. Saya tidak pernah melakukan riset atau survey atas plus minus penggunaan media internet namun saya bisa merasakan keuntungan yang bgitu luar biasa atas kecanggihan teknologi ini. Apapun kebutuhan kita khususnya mengenai informasi bukanlah hal yang sulit untuk menemukannya, internet mampu melakukan banyak hal untuk kita.

Budaya Tradisional hampir disemua lini sudah digantikan dengan budaya digital, mulai dari pemesanan tiket perjalanan (tadinya paling banter menggunakan pesawat telpon kini mulai tergeser dengan hanya sekali tekan tombol/ enter/ click dalam beberapa menit mungkin tiket sudah ditangan anda), pembelian barang yang tadinya membutuhkan komunikasi verbal antara penjual dan pembeli kini sudah tidak perlu dilakukan lagi karena hanya dengan sekali click barang pesanan dalam beberapa saat mungkin sudah anda terima dengan sempurna sesuai pesanan. Bgitu juga dalam hal mencari pekerjaan, mencari jodoh, mencari dan mencari apapun semua bisa anda lakukan dalam hitungan detik dan hasilnya tak perlu menunggu lama, bgitu luar biasa bukan?

Yang saya ingin garis bawahi adalah, Mungkinkah suatu saat kehidupan pribadi kita akan tergantung pada alat elektronik? Let say ‘Server’. Dunia ini tidak lagi sebesar apa yang pernah saya bayangkan dulu, contoh kecil; jika dulu saya pernah ngebayangin Jakarta itu tempat yang sangat jauh (secara naik pesawat dari kotaku sesuatu yang ‘wah’ dan mahal pada masa itu, apalagi naik kapal laut yang harus menempuh dua hari dua malam). Kini jangankan Jakarta, belahan dunia manapun tidak lagi jauh seperti apa yang pernah saya bayangkan dulu. Contoh kecil lain; Jika dulu uang cash/ tunai/ kontan sebagai salah satu syarat untuk transaksi jual-beli kini sudah digantikan hanya dengan sebuah kartu/ card, dan hal ini bisa terjadi tentulah atas faktor kecanggihan teknologi.

Beberapa trend terkini dari produk teknologi informasi sampai artikel ini saya tulis adalah pertumbuhan website dan weblog yang bgitu pesat dan bgitu menjamur baik itu diciptakan untuk kepentingan organisasi maupun perorangan ataupun sekedar journal pribadi online, dan mungkin saja beberapa tahun kedepan akan muncul lagi produk-produk yang menawarkan sesuatu yang kita sendiri mungkin tak pernah membayangkannya dan pada saat itu kita adalah pengguna produk tersebut.

Suatu malam, saya nonton sebuah film layar kaca 21” HBO channel dirumah, lupa judulnya apa tetapi isi dari film tersebut sangat mempengaruhi fikiran saya. Film itu berkisah tentang seorang gadis lajang, programmer pada sebuah site provider. Sebagai seorang programmer tugasnya adalah memastikan keandalan security system, memonitoring net traffic, update & upgrade layanan, etc….(masih banyak tentunya) Nah, suatu ketika gadis lajang ini chat/ chatting dengan beberapa rekan seprofesi (programmer) dan mereka saling bertukar pemikiran, ide, Tanya jawab, dll satu dengan lainnya. Hingga pada saat si gadis lajang letih dan ingin lunch break dia melihat ada symbol π (phi) pada layar monitor sebelah kiri bawah dan merasa ada yang aneh, kemudian dia menanyakan hal tersebut ke salah seorang rekan programmernya melalui telpon apakah arti dari symbol tersebut? Dan mengapa symbol itu bisa muncul pada layar monitornya? Kemudian sang rekan menjawab bahwa itu virus mematikan yang datang dari rival/ pesaing tempat perusahannya bekerja. Penasaran membuat sigadis ingin mengetahui lebih jauh mengapa bisa demikian? Bukankah tingkat keamanan system kita sudah bgitu canggih? Lalu sigadis menanyakan sang rekan apa yang harus dia lakukan dan melalui telpon sang rekan mengatakan coba tekan ctrl+Alt kemudian klik symbol tersebut dan yah…sigadis lajang melakukannya. Apa yang terjadi? Seketika itu pada layar monitor muncul berupa data informasi rahasia sitem pertahanan dan keamanan pentagon, nomor pin dan account para pengguna credit card, ratusan daftar rekening kelas atas dan kesemuanya adalah indikasi kejahatan yang akan terjadi dalam waktu dekat. Sigadis bergumam, ya Tuhan apa yang akan terjadi pada negaraku tercinta ini?

Seminggu sebelum kejadian ini, sigadis ternyata sudah merencanakan liburan dan mendapatkan approval dari sang Boss. Liburan ini dia manfaatkan untuk refreshing keluar negri dan dalam perjalanan otak dan fikirannya tidak pernah lepas dari kejadian yang dia alami dikantornya kemarin. Di Hotel tempatnya menginap kembali penasaran itu mengganggu fikirannya dan disinilah awal malapetaka itu bermula. Laptop yang biasa digunakannya mulai log-in pada server tempatnya bekerja dan alangkah kagetnya sigadis bahwa password yang diminta salah, salah dan salah terus. Tidak kehilangan akal sigadispun mulai focus dan menggunakan insting programmernya “aku harus masuk lewat pintu belakang, here we go…” dan kaget itu kian bertambah ketika dia melihat bahwa seluruh data dirinya sudah berubah dan sigadis panik bahwa seluruh kehidupannya kini akan hancur, belum selesai panik itu menghantui fikirannya seorang roomboy hotel tempatnya menginap memintanya untuk menghubungi bagian front office karena ada kesalahan permintaan reservasi. Sigadis pun menemui bagian front office dan menanyakan ada apa? Dunia terasa hitam dan gelap ketika mendengar penjelasan pihak front office bahwa sigadis tidak pernah melakukan reservasi dan telah melakukan penipuan dan kobohongan, saat itu juga sigadis diminta untuk meninggalkan hotel (di usir) karena tidak punya uang cash untuk membayar dan credit card serta ATM juga tidak bisa digunakan (semua card diblokir) jadilah sigadis gelandangan baru di negri orang.

Saya tidak bisa menceritakan keseluruhan isi dari film tersebut (terlalu panjang sih…), tetapi melalui perjuangan yang panjang dan tentunya mempertaruhkan nyawa pada akhirnya sigadis berhasil mengembalikan kehidupannya, menyelamatkan negaranya dari tindak kejahatan cyber crime dan diangkat menjadi kepala bagian divisi system keamanan diperusahaan tempatnya bekerja.

Cerita film tersebut sungguh menggambarkan kemungkinan yang sama bisa saja terjadi pada kehidupan kita dimasa yang akan datang, bahwa kehidupan seseorang akan tergantung pada sebuah server. Manusia yang menciptakan teknologi super sekaligus membuka potensi untuk menghancurkan sesama.

Untuk itu, marilah ber-internet dengan etika yang manusiawi, sebelum melakukan kejahatan ingatlah akan penciptamu bahwa setiap perbuatan ada upahnya, perbuatan berbanding lurus dengan upah.