Sebuah Puisi Untuk Kenanganku

Ditulis Oleh; Rahmi Pratiwi [Palu – Sulteng]

Sebuah puisi dalam puisi untuk kenanganku”


Selamat tidur Sayang

Aku tahu pulsamu habis

Tapi aku tahu, kalau pulsa hatimu tak pernah habis untukku

Tidak ada kabel apapun, sinyal apapun, serat optik apapun yang seperti penghubung antara kau dan aku…

Ah Sayangku, teknologi tercanggih pun terlihat bodoh kalau mereka berusaha menyaingi apa yang ada di antara kita…

Alangkah inginnya aku berbagi segalanya denganmu

Tapi keterbatasan yang selalu menyelubungiku

Tak hanya keindahan, tapi juga rasa sesak yang tak habis-habisnya aku rasakan akhir-akhir ini

Bukan hanya bunga cantik yang berhasil tumbuh dalam jiwa, tapi juga dinding-dinding tebal yang sulit ditembus, yang dengan angkuhnya mengurung rasa yang meronta seperti pesakitan dalam pasungan

Rasa ketertarikan kita sama seperti pengaruh gravitasi bulan terhadap pasang surut air laut…

Ah Sayangku, rindunya aku terhadap kontak tanpa perantara…

“Kau adalah langit biru terang di pagi hari

Kau adalah angin dingin yang menerpa wajahku

Kau adalah jalan layang yang kulalui

Kau adalah perasaan bergetar yang kurasakan

Kau adalah kopi susu dingin kesukaanku

Kau adalah langkah yang kujalani

Kau adalah bintang-bintang yang berkelap-kelip di langit malam

Kau adalah lagu pengantar tidurku

Kau adalah setiap baris tulisan yang kutulis

Kau adalah ide brilian dalam otakku

Kau adalah lagu-lagu memabukkan yang membuaiku

Kau adalah batalyon perkasa yang meluluhlantakkan pertahananku

Kau adalah alasan aku untuk tersenyum“

Malam telah makin jauh…

Sekali lagi, selamat tidur, Sayang…

Biarkan energimu memelukku erat sampai pagi menjelang…

PS: Rahmi Pratiwi adalah seorang Mahasiswi di Universitas Tadulako – Palu, Disamping kuliah pada jurusan Perikanan, amee panggilannya mengisi harinya dengan menekuni dunia Menulis, teater seni dan seringkali bolos kuliah karena sibuk dengan teaternya, Amee juga orang yang percaya dengan Cyber Love, hmm…..Ratu Chatting kali.